I learn from my experience for this almost quarter century of life that probably the right thing to do if you think you should explain about something that bothering you to someone is do not explain about that. Hmmm….
Baru-baru ini salah satu rekan kerja saya, si A berdiskusi tentang hal ini dengan saya. Hal ini terjadi di kantor dan A merasa dia harus meluruskan yang sebenarnya terjadi pada orang-orang disekelilingnya. Di kantor kami sedang terjadi “downsize”. Dalam hal ini penggunaan barang-barang kantor seperti pena, clipper, isi staples, kertas, tissue, dll. Biasanya kalo terjadi downsize kayak gini orang-orang kantor cenderung “pelit”. Gak ada yang salah dalam hal ini kalau dilaksanakan dengan tidak berlebihan. suatu hari A ingin meminta tissue karena pengen mengeringkan tangan, karena tissue di kotak persediaan habis. Dia kemudian meminta kepada cleaner kami. Sayangnya si cleaner menolak memberikan dengan alasan downsize tadi. Ada sih persediaan tissue, tapi si cleaner tidak punya akses untuk membuka lemari alias lemarinya dikunci. Akhirnya si A bilang “ya sudah nanti saya tanya ke B”. B adalah atasan kami. Menurut A, ternyata impresi yang didapatkan si cleaner dan beberapa teman disitu adalah si A ini tukang ngadu dan sok dekat sama atasan, soalnya gak dikasih tissue. Padahal A bermaksud bertanya kepada B untuk minta tissuenya si B, bukan ngadu. Well, si A jd gak enak hati soalnya takut jadi jelek hubungannya. Kan biar gimana sesama karyawan juga. Si A jd kebawa pikiran. Lalu terjadilah diskusi kami. Pertamanya A nanya bagaimana pendapat saya tentang A. saya gak langsung jawab, saya malah bertanya balik kenapa dia bertanya seperti itu. Lalu dia mulai cerita, bla..bla..bla..cas..cis..cus. Intinya dia pengen jelasin ke orang2 yang ada disitu waktu kejadian itu bahwa dia gak bermaksud ngadu.
Nah guys, seperti yg saya bilang di atas when you think you have to say something probably that is the time to not to say anything. Memang sih komunikasi itu penting untuk menghindari kesalahpahaman. Tapi kita juga harus bisa milah-milah yg mana yang harus dikomunikasikan. Kalo itu menyangkut soal sikap, tindakan, pengambilan keputusan kita yang berimpact kpd diri kita sendiri, saya pikir kita gak harus menjelaskan ke semua orang bahwa “hey, I do nothing wrong“. Beberapa orang memang suka berspekulasi dengan dirinya sendiri dan biarkanlah mereka jika mereka memang suka seperti itu. People can talk about you anything until you die, and they don’t even give any shit. Trust me I know. Lagipula yah, pernah gak terpikir sama kamu kalo sebagian besar hasrat kita untuk menjelaskan sikap dan tindakan kita adalah untuk membela diri kita sendiri dan ada unsur ketakutan akan dijauhi di dalamnya. Alasan seperti untuk menjaga hubungan, untuk menghindari kesalahpahaman, dll adalah alasan yang kita buat untuk mengatasnamakan penjelasan tadi. So, intinya we’re just acting selfish. Beside, dengan menjelaskan semuanya kita gak educating people surround us. I mean, biarlah orang disekeliling kita tau siapa kita sebenarnya dengan melihat kita dan bukan mendengar kita. So just keep it real.
Thursday, March 13, 2008
Just Shut Up
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment