Tuesday, June 17, 2008

Addicted to Detective

Dulu saya pernah kecanduan...

Ceritanya gini,

Saya tertarik dengan game komputer. Bukan game-game yang gede sih. Hanya game-game biasa. Anyway, salah seorang teman saya merekomendasikan game berikut. Mystery Case Files (MCF). Ini memang bukan game baru. Seri-serinya sudah banyak di internet. Pastinya sudah pada banyak yang tau. Hanya saya baru pertama kali main aja.

Seri pertama yang kasus-kasusnya berhasil saya pecahkan adalah seri MCF yang berjudul Huntsville. Basically, ide gamenya itu tuh mencari barang bukti. Jadi user diberi kasus dan supaya bisa memecahkan kasus itu user harus mengumpulkan barang bukti berupa benda-benda yang sudah ditentukan. Di layar monitor akan menunjukkan satu tempat atau ruangan, terus kita nyari barang-barang bukti tadi sesuai dengan daftar yang dibutuhkan. Kesulitannya, dalam satu Crime Scene ada banyak sekali barang dan kita harus benar-benar jeli untuk cari barang bukti yang dimaksud. Selanjutnya seri MCF yang saya mainkan ada Prime Suspect, dan sekarang Madame Fate. Yang terakhir ini, salah satu teman saya bela-belain nunggu donlot gamenya dari pagi sampe sore. Hehe.

Selain ketertarikan saya pada game detektif tersebut, saya juga ngikutin serial CSI dan Numbers di salah satu stasiun tv kabel. Astaga...gak tanggung-tanggung, mulai dari CSI biasa, CSI New York, CSI Miami semuanya saya tonton. Belum lagi kalo serial itu ditayangin back to back (berurutan), itu semua saya jabanin. Tapi saya kapok kalo pake bahasa Malaysia. Proses translate di otak saya jadi 2x. Untuk serial numbers, saya kagum sama cara problem solving pake angka. Meskipun dalam hidup ini, it’s not always about statistic, right? Well, bottom line is, saya lagi addict sama detektif.

Nah kenapa ini jadi topik menarik bagi saya. Karena kebiasaan saya main game detektif dan menonton serial detektif ternyata membawa pengaruh. Jadi misalnya nih kalo saya masuk ke dapur untuk cari sesuatu, saya cenderung melihat dapur rumah saya seperti satu layar monitor besar seperti pada game MCF, dan memulai proses scanning.

Saya pernah baca buku yang mengatakan kalo jangkauan pandangan perempuan itu lebih lebar dibandingkan laki-laki. Saya belum pernah mengecek seberapa user perempuan yang memainkan game MCF ini. Tapi bisa jadi game ini banyak digemari perempuan, because they good at it! Dengan jangkauan penglihatan yang lebar, perempuan bisa menemukan barang bukti pada game MCF dengan lebih mudah. Sistem penerimaan pada otak perempuan memungkinkan perempuan mengenali benda-benda yang senada (bentuk atau warna) dalam satu tempat. So it’s a lot of easier. Itu sebabnya kadang-kadang beberapa teman perempuan saya bilang mereka bisa melihat dengan “mata samping”. Maksudnya, mereka bisa melihat karena jangkauan penglihatan mereka lebar. Apa saja keuntungan kemampuan ini ? Banyak! Salah satunya, pengemudi perempuan jarang ditabrak dari samping. Begitu menurut hasil statistik perusahaan asuransi dari buku yang saya baca. Selain itu, coba anda perhatikan ibu, istri ato sodara perempuan anda. Mereka lebih cepat menemukan barang di dalam kulkas, lemari, dsb. Makanya yang biasa pergi belanja tuh perempuan. Mereka sangat menikmati melihat barang-barang yang banyak sekali itu dipajang dietalase. Selain itu, kemampuan "mata samping" ini memungkinkan perempuan untuk melirik cowok2 TjaKept yang lewat di sekitarnya tanpa ketahuan lawan bicaranya. (i dunno if this is include advantageous ;p).

So, begitulah kisah “kecanduan” saya. Oia, sekalian rekomendasi, “must seen serial” Crime Scene Investigation (CSI) dan Numbers di AXN.

0 comments: